Ideas Law

Advokat dan bantuan hukum untuk rakyat miskin

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Advokat dan bantuan hukum untuk rakyat miskin Sumpah jabatan advokat

Komitmen untuk membantu mengentaskan kemiskinan dikumandangkan Persatuan Advokat Indonesia (PERADI). Upaya ini dilakukan dengan cara membantu pelayanan hukum bagi rakyat miskin. Hal ini akan ditekankan dalam Rakernas Peradi di Royal Ambarrukmo yang dilaksanakan besok, Senin (11/12).

Ketua Umum DPN PERADI, Dr. H Fauzie Yusuf Hasibuan, SH, MH mengatakan, profesi advokat sama dengan profesi penegak hukum lainnyan untuk memperjuangkan hak dan keadilan bagi masyarakat. 

Sebagai unsur penegak hukum, advokat ingin mengambil peran untuk mengentaskan kemiskinan. “Kami ingin menjalankan tugas fungsional dengan memberikan bantuan hukum kepada rakyat miskin secara cuma-cuma. Hal ini merupakan upaya kami melakukan pendekatan ke rakyat miskin,” jelas Fauzie Yusuf Hasibuan dalam jumpa pers di Royal Ambarrukmo, Minggu (10/12).

Fauzie menerangkan, diskusi Bantuan Hukum Pro Bono akan dibahas selama Rakernas mendatang. Bahkan pelayanan yang dilakukan PERADI ini bisa diakses rakyat miskin dari Sabang sampai Merauke. 

"Untuk jumlah kasus yang ditangani belum bisa dihitung karena sangat banyak. Melalui Bantuan Hukum Pro Bono ini kami juga ingin masyarakat menjadi melek hukum,” ungkap Fauzie.

Fauzie menekankan Bantuan Hukum Pro Bono ini tidak hanya menangani dari kasus ke kasus. Tapi juga mengedukasi masyarakat tidak tahu hukum menjadi tahu hukum. Sehingga mendorong masyarakat agar secara mandiri bisa mengentaskan diri dari kemiskinan. 

Menindak advokat

Selama ini PERADI juga tegas menindak advokat yang melanggar kode etik dan disidangkan hingga ke Dewan Kehormatan. “Sejauh ini kami sudah mengekseksekusi sekitar 130 advokat yang melanggar kode etik. Bahkan kami berupaya agar penegak hukum lainnya seperti MA dan kejaksaan agar tidak melibatkan advokat yang tengah dieksekusi PERADI,” ungkapnya. 

Ketua Organizing Committee (OC) Rakernas Zaenal Marzuki menambahkan, saat ini PERADI sudah memiliki 102 cabang dan akan bertambah lagi 52 di seluruh Indonesia.

Melalui Rakernas ini, lanjut Zaenal, juga mengajak advokat muda agar menjalankan profesi dengan berbudaya dan beretika tinggi. “Kami harap melalui Rakernas di Yogyakarta ini bisa membawa budaya taat hukum, bukan hanya bagi advokat tapi juga masyarakat.  

"Serta bisa menghasilkan rekomendasi yang baik untuk advokat, masyarakat dan bangsa,” tutup Zaenal.

Dalam kesempatan tersebut, anggota PERADI juga menyerahkan bantuan ke korban bencana alam di Jlagran dan Gunungkidul. Para anggota PERADI terjun langsung untuk menyerahkan bantuan dan menyapa masyarakat yang ada di Jlagran, Yogyakarta.

Ini deretan makanan untuk ringankan gejala PMS
Di balik penyakit musiman usai Lebaran
Suka cita perempuan Arab Saudi bisa mengemudi mulai hari ini
Gus Ipul gunakan ijazah dan gelar palsu?
Kenapa umat Islam tidak dapat bersatu? (tidak seimbang)
Kata ahli soal dinosaurus kebal peluru
Perempuan Cina lebih antusias nonton Piala Dunia
Inikah sinyal kemenangan Khofifah-Emil?
Pendatang baru DKI diwajibkan melapor
Mendambakan keadilan atas sumber daya antariksa
Divonis mati, Aman pikir-pikir
Argentina di ujung tanduk dan permainan buruk Messi
Utang tembus Rp5.028 triliun, BI klaim masih sehat
Putin girang Rusia melaju ke babak knock out
Ahli nilai persepsi masyarakat terhadap rokok elektrik keliru
Fetching news ...