Kemenag harus serius dengan travel umrah bodong

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Kemenag harus serius dengan travel umrah bodong

Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto meningatkan Kementerian Agama (Kemenag) dan penegak hukum untuk lebih serius menindak tegas penyelenggara atau agen travel umrah yang merugikan Jemaah.

“Ini harus diberantas dan tak boleh terjadi kembali. Masyarakat yang ingin umroh itu kan, banyak sekali. Kenapa tertipu lagi. Ini sangat menyedihkan. Dosa pengelola travel bodong itu kuadrat. Kita harus pikirkan untuk dicarikan solusinya,” tegas agus di ruang kerjanya, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (18/01/2018).

Agus mengungkapkan hal itu menyikapi penipuan oleh biro travel PT. Ustmaniyah Hannien Tour di Jawa Tengah. Sebanyak 1.800 orang tertipu dan kerugian yang diderita calon jemaah sebesar Rp37,8 miliar.

Menurut Agus, Kemenag harus memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat di seluruh kabupaten/kota hingga ke desa-desa tentang biro travel yang kredibel.

“Ini untuk menghidari aksi penipuan umrah terus terjadi. Keinginan masyarakat untuk berumroh sangat besar sebagai alternatif selain berhaji karena antrian haji sudah begitu panjang, sehingga masyarakat memilih umroh dahulu,” jelasnya

Keinginan berumrah yang tinggi itu kerap mengurangi selektivitas masyarakat memilih biro perjalanan. Karena kurangnya informasi dan pengetahuan, akhirnya biro perjalanan umrah bodong yang dipilih. Agus mengimbau, Kemenag lebih proaktif memberi pengetahuan kepada masyarakat dan menyeleksi secara ketat pelaku usaha perjalanan umrah dan haji.

“Masyarakat harus diberi tahu bagaimana berumrah yang baik dan travel mana saja yang layak dipilih. Travel yang baik harus diberi dukungan, travel yang nakal harus dibasmi,” tandas  Agus kepada Parlementaria usai menerima delegasi dari New Zealand. 

Kasus Hannien Tour

Terkait penipuan tersebut, Kementerian Agama telah mencabut izin operasional PT. Biro Perjalanan Wisata Al-Utsmaniyah atau Hannien Tour sebagai penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU). Direktur Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim mengatakan kalau pihaknya terus melakukan pembenahan dalam pengawasan pelayanaan PPIU. 

“Sejak 2015, total sudah ada 13 travel yang telah kami cabut izinnya, lima di antaranya dicabut sepanjang tahun 2017,” terang Arfi Hatim di Jakarta, Rabu (03/01/2018).

Selain Hannien Tour, kata Arfi, pada tahun 2017 Kemenag mencabut izin operasional PT. Al-Maha Tour @ Travel, PT. Assyifa Mandiri Wisata, PT Raudah Kharisma Wisata, dan PT First Anugerah Karya Wisata atau yang dikenal dengan First Travel.

Tahun sebelumnya, Kemenag telah mencabut izin delapan travel, empat travel pada 2015 dan empat travel pada 2016. Travel tersebut adalah PT. Mediterrania Travel (2015), PT. Mustaqbal Lima (2015), PT. Ronalditya (2015), PT. Kopindo Wisata (2015), PT. Maulana (2016), PT. Timur Sarana Tour & Travel (2016), PT. Diva Sakinah (2016), dan PT. Hikmah Sakti Perdana.

Di samping itu, kata Arfi, ada 12 PPIU yang tidak diperpanjang izinnya karena beberapa sebab, antara lain: tidak dapat di proses izin perpanjangan berdasarkan hasil akreditasi, dinyatakan tidak berlaku lagi berdasarkan hasil akreditasi, masa berlaku telah habis dan tidak melakukan perpanjangan, serta tidak diperpanjang izin PPIU terkait kepemilikan saham dan susunan direksi (warga negara asing atau non-Muslim).

Ke-12 PPIU tersebut, yaitu: PT. Catur Daya Utama (2015), PT. Huli Saqdah (2015), PT. Maccadina (2015), PT. Gema Arofah (2015), PT. Wisata Pesona Nugraha (2016), PT. Assuryaniyah Cipta Prima (2016), PT. Faliyatika Cholis Utama (2016), PT. Nurmadania Nusha  Wisata (2016), PT. Dian Pramita Sekata (2017), PT. Hodhod Azza Amira Wisata (2017), PT. Habab Al Hannaya Tour & Travel (2017), dan PT. Erni Pancarajati (2017).

Arfi berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan penyelenggaraan ibadah umrah. Salah satunya adalah dengan menyusun regulasi dan memperkuat sistem informasi. Menurut Arfi, pihaknya tengah merampungkan Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SIPATUH).

“Keberadaan SIPATUH diharapkan bisa menjadi alat monitor dan kontrol bagi pemerintah dan masyarakat. Publik nantinya bisa ikut mengakses sehingga bisa ikut mengetahui kalau ada biro travel yeng manelantarkan calon jemaah umrah atau tidak menepati janjinya,” tandasnya.

Pemulangan Jemaah umrah telantar

Masalah umrah terbaru adalah penelantaran sebanyak 14 jemaah umrah. Keempat belas jemaah itu berangkat dengan perusahaan travel PT S. Hotel tempat mereka menginap di Arab Saudi bahkan meminta mereka untuk keluar.

Mendapat laporan itu, Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah segera bergerak. Staf Teknis Haji (STH) I KUH KJRI Jeddah Ahmad Dumyathi, Minggu (14/01) mengatakan kalau pihaknya  segera mengevakuasi jamaah dari hotel tempat menginap untuk dibawa ke wisma KUH. Semua proses itu dikawal langsung oleh Konsul Haji, sampai mengantar Jemaah Umrah ke bandara.

Dumyathi bersyukur bahwa semua proses penaganganan berjalan lancar. Kejelasan kembali ke Tanah Air sontak disambut antusias jemaah umrah. Ditemui di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, mereka mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada tim KUH yang telah membantu melakukan mediasi dengan perusahaan travel dan provider visa. Tim KUH juga  mengawal proses kepulangan mereka hingga ke bandara. 

“Kami sangat bersyukur karena banyak dibantu oleh petugas dari KUH KJRI Jeddah yang telah memfasilitasi kami dengan baik di wisma KUH KJRI Jeddah," kata Aminah (38), di Jeddah, Minggu (14/01/2018).

"Tidak seperti kata orang, bahwa kalau diurus KJRI sangat lama sampai sebulan dan menginapnya di gudang. Ternyata tidak seperti itu; prosesnya pun sangat cepat dalam hitungan jam, malam kita sampai di wisma KUH KJRI Jeddah, sorenya kita langsung diantar ke bandara,” sambungnya.

Menurut Ahmad Dumyathi Bashori, pembiayaan tiket pulang jemaah umrah ini diperoleh dari Balubaid, provider visa yang digandeng oleh PT S yang digunakan oleh jemaah. 

Kepada jemaah, Dumyathi tidak bosan mengingatkan agar teliti dalam memilih travel umrah, memastikan kalau itu sudah terdaftar di Kemenag. 

Beragam isu yang siap digoreng pada 2018 dan 2019
Tak setiap orang pantas menerima bantuan
Cabe-cabean dan kesalahan relawan
Capres neolib dan sederet penghargaan
Film dokumenter Paus Fransiskus
Fetching news ...