Fahri nilai KPK sudah jadi lembaga politik

REPORTED BY: Insan Praditya

Fahri nilai KPK sudah jadi lembaga politik Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah

Wakil ketua DPR-RI Fahri Hamzah menuding Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah bertransformasi menjadi lembaga politik dalam menyelesaikan kasus korupsi. Fahri mencontohan kasus Bank Century yang diduga melibatkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di balik pencucian uang pembayaran pajak dan Bail out bank  Century.

"Ini skandalnya juga ada di KPK karena dia ada conflict of interest , dia udah jadi lembaga politik bukan lembaga hukum,karena dia selalu memilih-milih siapa yang ingin dilindungi siapa yang ingin dihancurkan," ujarnya di gedung DPR-MPR RI, Rabu (19/09/2018)

Menurutnya, KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) melindungi kasus tersebut terkait kasus korupsi yang akan ditanganinya, hal tersebut dilakukan karena pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempunyai kepentingan politik didalamnya.

"Tapi sesudah masuk ke KPK, oleh KPK itu diputar kembali dan kesan saya itu ada mafia yang melindungi kasus ini. Jelas saya walk out dari panitia khusus Century, gara gara saya mengatahui bahwa pimpinan KPK itu waktu memiliki conflict and interest," tegasnya.

Fahri menilai ada permainan antara KPK dengan Mafia yang terlibat kasus Century, sehingga tidak ada transparansi kepada publik dalam menyelesaikan kasus tersebut.

"Bank Century itu skandal nya itu ada dua, pertama skandal pada bank Century nya, dimana ada pembobolan uang dengan argumen yang ngawur dan akhirnya menggunakan uang negara  dan kedua skandal pada penutupan kasusnya," ujarnya.

Fahri menyebutkan bahwa Negar mengalami kerugin sebesar rp.6,7 triliun, akan tetapi hal itu tidak ditindaklanjuti.

"Kerugian negara terakhir, ada dua, waktu diaudit pertama rp.6,7 triliun, lalu setelah peristiwa terjadi namun gak diurusi," lanjutnya.

Sebelumnya, media asing asal Hongkong, Asia Sentinel mempublikasikan artikel investigasi terkait konspirasi pada kasus Bank Century. Dalam tulisan tersebut dikatakan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama 30 pejabat lain melakukan pencucian uang sebesar 12 Miliar Dolar atau setara rp.177 triliun.

"Kenapa terjadi seperti itu karena ada banyak aset yang pindah ke tangan orang lain padahal punya negara , yang itu membuat kerugiannya bertambah dan sampai sekarang tak ada kejelasan karena tak ada komitmen untuk menyelesaikan kasus ini," tutupnya.

 

Ini isi tuntutan aktivis lingkungan untuk elit politik
Kubu Prabowo beri pembelaan atas pemecatan guru honorer pose dua jari
Es mencair, puluhan jenazah pendaki di Puncak Everest muncul
Dicoret di dua kabupaten, ini respons Partai Berkarya
BPN yakin sosok Sandiaga Uno mampu lampaui elektabilitas petahana
Impor bawang putih dinilai bakal turunkan elektabilitas Jokowi
Dilaporkan ke Bawaslu, Ma'ruf Amin: Itu tidak tepat
Prabowo-Sandi akan kumpulkan ketum partai dan tokoh agama
Tak serahkan dana kampanye, 11 Parpol digugurkan di tingkat daerah
DPR soroti hak politik narapidana dan warga binaan
Fadli Zon: Wiranto super ngawur
Prabowo kampanye di Makassar, Sandiaga di Jawa Tengah
IHSG ditutup menguat di level 6.501
Mayoritas pemilih tidak tertarik janji capres
Usai Romy dicokok KPK, PPP yakin bangkit
Fetching news ...