Popularitas Habieb Rizieq turun, Golkar: masyarakat ingin kelembutan

REPORTED BY: Insan Praditya

Popularitas Habieb Rizieq turun, Golkar: masyarakat ingin kelembutan Imam Besar FPI, Habieb Rizieq Shihab

Ketua Dewan Pakar Golkar, Agung Laksono menanggapi popularitas Rizieq Shihab yang kian menurun. Menurutnya, hal tersebut karena masyarakat sudah bosan dengan kegaduhan yang berbau SARA, sehingga masyarakat menginginkan situasi yang lembut didalamnya.

"Mungkin ada benarnya, (pengaruh Rizieq) bisa menurun. Situasi bangsa sekarang kan sudah menginginkan kelembutan dan suasana menjadi soft. Saya kira seperti itu," ujarnya di Gedung Dewan Harian 45, Jakarta Pusat , Kamis (15/11/2018).

Agung menyebut masyarakat bisa menilai sendiri hasil dari survei yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) tersebut berdasarkan pada data dilapangan.

"Kalau surveinya sendiri memang punya dasar-dasar seperti itu. Kita serahkan kepada masyarakat dengan dasar panduan tadi," jelasnya.

Sebelumnya, Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Ikrama Masloman menilai pengaruh imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab sudah berkurang. Penurunan ini disebabkan masalah hukum Habib Rizieq.

"Jadi kemerosotan ini karena beberapa hal, yaitu sudah tidak lagi di Indonesia dan mungkin dicitrakan bermasalah secara hukum, kemudian memiliki resistensi kepada beberapa kelompok tertentu," ujarnya di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (14/11/2018).

 

Negara tak akan punah karena Prabowo kalah
KPU: Kotak suara kardus hemat 70 persen
Prabowo sentil elit koalisi belum nyumbang, PKS: Kami otomatis bantu
Kubu Prabowo nilai jargon wong cilik Jokowi hanya untuk komoditas politik
KPU harap anggaran pemilu dapat digunakan mulai Januari 2019
Demokrat nilai tuduhan Wiranto terkait oknum perusak salah dan terburu-buru
Farhat Abbas minta PSI dikeluarkan dari Tim Kampanye Nasional
PPP: Yang kaget kotak suara kardus mungkin tak hadir rapat
Rusia perkuat pasukan rudal dengan ratusan senjata baru
Mobile Legends rilis karakter hero baru
BRI beberkan dua cara hadapi fintech
Bangladesh belajar program keluarga harapan ke Indonesia
Pelemahan rupiah dan sentimen dagang AS halangi pergerakan IHSG
Tiga permohonan maaf La Nyala ke Jokowi
Nasdem klaim TGB bergabung
Fetching news ...