Saatnya berhenti di zona nyaman dan mulai berbisnis

REPORTED BY: Siti Dzakiyyah

Saatnya berhenti di zona nyaman dan mulai berbisnis "Carilah kegagalan dan kerugian dalam berbisnis," - Bob Sadino

Mungkin banyak di antara pebisnis yang memulai usaha di usia muda. Banyak pula diantara manusia cepat merasa puas dan terlalu asyik di zona nyamannya. Namun tahukah anda ternyata untuk menjadi seorang pengusaha muda yang berhasil itu wajib punya jalan pikiran yang beda dari lainnya, lho.

Perjalanan hidup yang tak akan selalu mulus menjadi salah satu alasan mengapa anda harus keluar dari zona nyaman. Memiliki pemikiran yang berbeda dan antimainstrem dibutuhkan untuk menjadi pengusaha sukses. Seperti pengusaha sukses Bob Sadino, yang dikenal ketika bisnis telur ayam negerinya mengalami perkembangan pesat di Indonesia.

Di antara salah satu pemikiran ‘gila’-nya yaitu mencari kegagalan dan kerugian dalam berbisnis. Namun siapa sangka, kini pemikiran tersebut mengantarnya memiliki bisnis bahan pangan olahan, bisnis sayur dengan sistem hidroponik, bisnis biro perjalanan wisata, hingga bisnis supermarket.

Berikut ini adalah pemikiran antimainstrem yang bisa memotivasi Anda untuk sukses di masa depan:

Jangan banyak rencana, karena rencana adalah bencana

Pemikiran ini tentu sangat bertolak belakang dengan kebanyakan pebisnis yang biasanya suka melakukan perencanaan secara matang. Membuat perencanaan yang matang adalah sesuatu yang bisa menjadi bencana.

Dalam buku yang berjudul “Mereka Bilang Saya Gila” karya Bob Sadino, menyebutkan bahwa rencana hanya berlaku bagi seseorang yang belajar ilmu manajemen.

Dalam dunia usaha tidak ada seperti itu, sebuah usaha tidak mungkin bisa lurus persis seperti yang direncanakan.

Aku pasti bisa!

Kedengarannya memang sepele, tapi menjadi pebisnis sukses itu memang harus punya modal awal yaitu pemikiran yang selalu optimis.

Pemikiran yang selalu positif inilah yang bisa jadi bahan bakar untukmu selalu melaju ke depan. Bahkan, ketika berbagai permasalahan menerpa, kamu gak cepat putus asa berkat pemikiran yang selalu positif ini.

Modal bukan halangan

Gak semua pebisnis sukses memiliki modal awal yang lumayan, lho. Sudah pernah menonton film The Billionaire dari Thailand kan? Nah, kamu pasti tahu bahwa modal itu bisa dicari.

Asal kamu ulet dan tahan banting, modal awal tak lagi jadi masalah. Jika kamu menunggu modal yang cukup untuk mendirikan usaha, dijamin deh bisnismu gak bakal jadi-jadi.

Carilah kegagalan dan kerugian

Pemikiran gila ini diterapkan oleh Bob Sadino. Tentunya semua orang tidak ingin menerima kegagalan maupun kerugian, dan pasti berusaha keras untuk menghindarinya.

Tapi berbeda dengan Bob Sadino, ia justru menyarankan untuk mencari kegagalan dan kerugian.

Di dalam buku berjudul “Belajar Goblok dari Bob Sadino”, ia menjelaskan bahwa kebanyakan pengusaha berpikir linear: kalau mau usaha berarti harus untung agar berhasil.

Faktanya, saat menjalankan usaha seringkali pengusaha justru mengalami kerugian dan kegagalan.

Itulah alasan mengapa ia menyarankan untuk mencari kegagalan dan kerugian. Sebab, sebuah keberhasilan dalam bisnis adalah sebuah titik puncak dari sekian banyak kegagalan yang telah dialami.

Kenapa harus jadi karyawan kalau bisa jadi bos?

Berani keluar dari zona nyaman memang harus dimiliki oleh seorang calon pebisnis sukses. Jika kamu hanya duduk di belakang meja dan bekerja sebagai karyawan saja, lalu kapan akan memulai langkahmu sebagai pengusaha?

Tantang dirimu sendiri untuk berani keluar dari zona nyaman dan mencoba hal baru. Jika kamu sudah punya pemikiran macam ini, dijamin deh predikat pebisnis sukses sudah siap kamu sandang.

Orang bodoh jadi bos

Ini mungkin tidak masuk akal bagi kebanyakan orang. Seperti yang dikatakan oleh Bob Sadino “Setinggi apapun pangkat yang dimiliki, Anda tetap seorang pegawai. Sekecil apapun usaha yang Anda punya, Anda adalah bossnya.”

Orang yang dianggap bodoh memang harus membuat usaha sendiri karena ia selalu ditolak oleh berbagai macam pekerjaan.

Namun, untuk mengembangkan usahanya, tentunya orang yang dianggap bodoh tadi membutuhkan orang pintar untuk membantunya.

Hal ini sangat sesuai dengan yang terjadi pada diri Jack Ma, berkali-kali ditolak di dunia kerja karena dianggap tidak kompeten, justru akhirnya ia sukses menjadi seorang pengusaha dan membangun Alibaba.com.

Berbisnis memang bukan hanya tentang bagaimana mengatur keuntungan dan kerugian. Oleh karenanya, dibutuhkan aksi nekat untuk membuat perubahan dan menjadi sukses. Di antaranya seperti yang telah dijabarkan di atas. Jadi, sudah siap untuk berbisnis?

 

 

 

Tol Solo-Ngawi diresmikan, Jokowi: pembuka jalur merak-banyuwangi
Sederet fakta Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih tersandung kasus korupsi
Mencari advocat berkualitas, puluhan perwira Polri ikut bersaing
Mengenal sindrom Peter Pan
Selain tunjangan kinerja, kesejahteraan TNI - Polri perlu diperhatikan
Bacaleg PKS banyak mundur, begini tanggapan Fahri Hamzah
Fokus jadi Mensos, Idrus Marham tak nyaleg
Keluarga sebagai sumber sakit mental dan emosional
Traveling sendirian?  Siapa takut!
Fahri Hamzah sebut poros ketiga berpotensi jadi pemenang Pilpres 2019
Alasan warga perbatasan pilih elpiji Malaysia
Gerindra yakin Prabowo berpeluang besar kalahkan Jokowi
Jokowi ingin cawapres yang mampu dongkrak elektabilitasnya
Izin khusus untuk Freeport akan lebih untungkan Indonesia daripada kontrak karya
Toleransi beragama jelang pemilu harus dikedepankan
Fetching news ...