Sakura bermekaran di Cianjur

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Sakura bermekaran di Cianjur

Bunga Sakura bermekaran di Kebun Raya Cibodas milik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Cianjur, Jawa Barat. Jenis bunga yang mekar adalah Prunus cerasoides yang berada di rumah kaca. Selain itu, ada pula Bunga Sakura yang mekar di Taman Sakura. Jenis bunganya adalah Prunus cerasoides dan Prunus sp.

Beberapa jenis Sakura tersebut mulai mekar sejak Kamis 4 Januari 2018). Berdasarkan data Kebun Raya Cibodas LIPI, Sakura biasanya mekar pada Januari-Februari dan Agustus-September. “Bunga biasanya mekar setelah gugur daun, seiring dengan munculnya tunas-tunas bakal bunga baru yang akan menghadirkan pemandangan yang cukup indah,” kata Kepala Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas LIPI, R Hendrian, dipantau dari laman LIPI, hari ini.

Hendrian menjelaskan, pohon Sakura yang berbunga mekar akan memiliki bunga warna pink kepucatan yang elegan dan menawan. Meskipun tidak dapat mekar sempurna seperti di Jepang, namun koleksi sakura di Kebun Raya Cibodas LIPI memiliki kelebihan bisa berbunga dua kali dalam setahun.

Beberapa koleksi Sakura yang ada di Kebun Raya Cibodas LIPI ditanam di Taman Sakura seluas 7.500 m². Setidaknya ada lima jenis yang berada di Taman itu, yakni Prunus cerasoides, Prunus yedoensis, Prunus yamasakura, Prunus lannesiana dan Prunus sp. Taman Sakura terletak di bawah Taman Rhododendron di sebelah jalan air dan dekat dengan air terjun Cibogo. Taman yang di tengahnya mengalir sungai yang cukup jernih ini menjadi tempat unggulan dan sangat digemari oleh anak-anak dan wisatawan mancanegara.

Totalnya ada tujuh jenis Sakura yang ditanam di Kebun Raya Cibodas LIPI. Ketujuh jenis ini adalah Prunus cerasoides, Prunus yedoensis, Prunus yamasakura, Prunus lannesiana, Prunus sp, Prunus arborea dan Prunus costata. Ketujuh Sakura ini hanya sebagian kecil saja dari seluruh jenis di dunia. Berdasarkan data dari index kwensis, ada sekitar 308 jenis Sakura yang ada di dunia ini.

Sakura

Sakura bersama dengan bunga seruni dianggap sebagai bunga nasional Jepang yang mekar pada musim semi, yaitu sekitar akhir Maret hingga akhir Juni.
Pohon sakura adalah salah satu pohon yang tergolong dalam familia Rosaceae, genus Prunus sejenis dengan pohon prem, persik, atau aprikot, tetapi secara umum sakura digolongkan dalam subgenus sakura. Asal usul kata sakura adalah "saku" (bahasa Jepang untuk 'mekar') ditambah akhiran yang menyatakan bentuk jamak "-ra". Dalam bahasa Inggris, bunga sakura disebut cherry blossoms.

Warna bunga tergantung pada spesiesnya, ada yang berwarna putih dengan sedikit warna merah jambu, kuning muda, merah jambu, hijau muda atau merah menyala.

Bunga digolongkan menjadi 3 jenis berdasarkan susunan daun mahkota:

1. bunga tunggal dengan daun mahkota selapis

2. bunga ganda dengan daun mahkota berlapis

3. bunga semi ganda

Pohon sakura berbunga setahun sekali, di pulau Honshu, kuncup bunga sakura jenis someiyoshino mulai terlihat di akhir musim dingin dan bunganya mekar di akhir bulan Maret sampai awal bulan April di saat cuaca mulai hangat.

Di Jepang, mekarnya sakura jenis someiyoshino dimulai dari Okinawa di bulan Februari, dilanjutkan di pulau Honshu bagian sebelah barat, sampai di Tokyo, Osaka, Kyoto pada sekitar akhir Maret sampai awal April, lalu bergerak sedikit demi sedikit ke utara, dan berakhir di Hokkaido di saat liburan Golden Week.

Setiap tahunnya pengamat sakura mengeluarkan peta pergerakan mekarnya bunga sakura someiyoshino dari barat ke timur lalu utara yang disebut sakurazensen. Dengan menggunakan peta sakurazensen dapat diketahui lokasi bunga sakura yang sedang mekar pada saat tertentu.

Tol Solo-Ngawi diresmikan, Jokowi: pembuka jalur merak-banyuwangi
Sederet fakta Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih tersandung kasus korupsi
Mencari advocat berkualitas, puluhan perwira Polri ikut bersaing
Mengenal sindrom Peter Pan
Selain tunjangan kinerja, kesejahteraan TNI - Polri perlu diperhatikan
Bacaleg PKS banyak mundur, begini tanggapan Fahri Hamzah
Fokus jadi Mensos, Idrus Marham tak nyaleg
Keluarga sebagai sumber sakit mental dan emosional
Traveling sendirian?  Siapa takut!
Fahri Hamzah sebut poros ketiga berpotensi jadi pemenang Pilpres 2019
Alasan warga perbatasan pilih elpiji Malaysia
Gerindra yakin Prabowo berpeluang besar kalahkan Jokowi
Jokowi ingin cawapres yang mampu dongkrak elektabilitasnya
Izin khusus untuk Freeport akan lebih untungkan Indonesia daripada kontrak karya
Toleransi beragama jelang pemilu harus dikedepankan
Fetching news ...