Dirut Telkom dinilai bahayakan kerukunan antaragama

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Dirut Telkom dinilai bahayakan kerukunan antaragama Dirut Telkom Alex J Sinaga

PT Telkom sebagai perusahaan milik negara dinilai telah digunakan untuk kepentingan kelompok atau golongan tertentu saja terkait dana milyaran rupiah dari alokasi corporate Social Responsibilty (CSR). Uang yang digelontorkan PT Telkom kepada masyarakat justru dinilai menjadi pemecah belah di tengah masyarakat Indonesia yang plural.

“Kebijakan CSR Telkom yang diskriminatif di bawah kepemimpinan direktur utama (Dirut) Alex J Sinaga yang banyak disorot oleh berbagai kalangan seperti kejadian terakhir di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menggelontorkan dana sebesar Rp3,5 Milyar kepada golongan  tertentu saja dapat mengganggu harmonisasi dan kerukunan antarumat beragama yang sudah mulai membaik setelah mengalami turbolensi yang cukup serius pada tahun 2017 lalu,” kata Dirut Almentra Institut, Karman BM di Jakarta, Jumat (20/04/2018).

Menurutnya, kebijakan dirut Telkom ini sangat jauh dari slogan Revolusi Mental yang saat ini sedang giat-giatnya di galakkan oleh pemerintah, tidak sesuai dengan Nawa Cita Presiden Jokowi dan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila yang mengedepankan toleransi, keberagaman, kebhinekaan.

“Dari berbagai kebijakan dirut Telkom ini maka sebaiknya pemerintah dalam hal ini KemenBUMN agar meninjau ulang posisi Alex Sinaga di PT Telkom karena telah menimbulkan disharmonisasi bangsa dan persatuan nasional. Agar tidak menimbulkan kegaduhan yang lebih besar yang dapat mempengaruhi kinerja PT Telkom sebaiknya dirut Telkom segera di 'retool',” tegas Mantan Ketua Umum PP Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) ini.

PT Telkom adalah BUMN yang sangat sehat secara corporate dan masuk dalam jajaran 500 perusahaan besar di dunia, tentu saja keberadaannya sangat strategis di tengah melambungnya teknologi informasi. Oleh karena itu, Karman menilai Telkom harus segera diselamatkan dari kepemimpinan yang desktruktif, sehingga kembali dipercaya oleh rakyat dan pasar.

“Penurunan nilai saham Telkom hingga hari ini jangan sampai terus terjadi, kegaduhan ini harus segera dihentikan. Kami sangat menyayangkan justru pemicu kegaduhan justru muncul dari dirut Telkom sendiri. Pemerintah harus menyelesaikannya segera mungkin untuk memyelamatkan aset negara yang sangat strategis ini. Dari hasil kajian kami, tak ada jalan lain, dirut Telkom harus segera diberhentikan dari posisinya,” pungkasnya.

PAN: penjarahan masih terjadi di Palu dan Donggala
Kubu Prabowo: Kampanye tak harus selalu pencitraan
Legislator ajak seret Myanmar ke Mahkamah Internasional
Demokrat beri masukan jelang empat tahun pemerintahan Jokowi
Panggil Kepala Daerah, kubu Jokowi nilai Bawaslu berlebihan
Peluru yang nyasar ke DPR berasal dari senjata modifikasi
Bawaslu akan panggil Jokowi-Ma'ruf, Timses: capres-cawapres sibuk
DPR dorong alokasi beasiswa korban bencana Sulteng
Ketua MKD datangi lokasi penembakan DPR
Bamsoet minta DPR RI dilapisi kaca anti peluru
Politisi Gerindra: polisi tak profesional simpulkan kasus penembakan
Polisi sebut penembak Gedung DPR berinisial I
Bupati Bekasi dan Direktur Lippo tersangka suap Meikarta
Kubu Jokowi tak tergoda kampanye negatif PKS
Demokrat tidak sanksi cuitan Andi Arief
Fetching news ...