Selamat tinggal internet lemot di 2021

REPORTED BY: Siti Dzakiyyah

Selamat tinggal internet lemot di 2021 Satelit berbasis teknologi High Throughput Satelite (HTS) berkecepatan 100 gbps akan diorbitkan yang bertujuan untuk membuka akses internet ke seluruh pelosok wilayah di Indonesia dan juga bernilai ekonomis.

Di tengah memanasnya politik di Indonesia kadang membuat masyarakat lupa bahwa banyak hal yang bisa kita banggakan dari Indonesia. Salah satunya yang akan diluncurkan pada 2021 mendatang, yakni Satelit internet kecepatan tinggi milik Indonesia.

Satelit berbasis teknologi High Throughput Satelite (HTS) berkecepatan 100 gbps akan diorbitkan yang bertujuan untuk membuka akses internet ke seluruh  pelosok wilayah di Indonesia dan juga bernilai ekonomis.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengatakan proyek satelit telekomunikasi Indonesia yang berbasis teknologi High Throughput Satelite (HTS) sudah masuk daftar Proyek Strategi Nasional (PSN).

“HTS ini bahu-membahu dengan Proyek Palapa Ring dan perluasan jaringan 4G yang intinya menyokong telekomunikasi Tanah Air,” ujar Rudiantara beberapa waktu lalu.

HTS sendiri lebih berfokus ke sektor pendidikan, kesehatan, keamanan, dan pemerintahan. Menteri yang kerap disapa Chief RA memaparkan saat ini ada sekitar 226.000 sekolah di Indonesia.

“Sekitar 80.000 di antaranya belum tersentuh internet sama sekali. Sementara itu, 180.000 sisanya sudah tersentuh tetapi hanya di ujung proses ketika Ujian Nasional berbasis komputer,” lanjutnya.

Anggaran yang dibutuhkan untuk proyek tersebut pun tidak sedikit. Dana yang dibutuhkan diperkirakan mencapai USD400 juta.

Menurut Rudiantara, biaya yang dibutuhkan besar jumlahnya karena proyek satelit tersebut akan dipergunakan untuk banyak kegunaan. Salah satunya untuk mendukung akses internet berkecepatan tinggi atau 4G di daerah pedesaan.

 

Negara tak akan punah karena Prabowo kalah
KPU: Kotak suara kardus hemat 70 persen
Prabowo sentil elit koalisi belum nyumbang, PKS: Kami otomatis bantu
Kubu Prabowo nilai jargon wong cilik Jokowi hanya untuk komoditas politik
KPU harap anggaran pemilu dapat digunakan mulai Januari 2019
Demokrat nilai tuduhan Wiranto terkait oknum perusak salah dan terburu-buru
Farhat Abbas minta PSI dikeluarkan dari Tim Kampanye Nasional
PPP: Yang kaget kotak suara kardus mungkin tak hadir rapat
Rusia perkuat pasukan rudal dengan ratusan senjata baru
Mobile Legends rilis karakter hero baru
BRI beberkan dua cara hadapi fintech
Bangladesh belajar program keluarga harapan ke Indonesia
Pelemahan rupiah dan sentimen dagang AS halangi pergerakan IHSG
Tiga permohonan maaf La Nyala ke Jokowi
Nasdem klaim TGB bergabung
Fetching news ...