Rupiah masih terseok di atas Rp14.600

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Rupiah masih terseok di atas Rp14.600

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi terpantau masih terpuruk di atas Rp14.600 meskipun bergerak menguat sebesar 33 poin menjadi Rp14.618 dibandingkan kemarin sebesar Rp14.651 per dolar AS.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan kondisi perekonomian Indonesia berbeda dengan Turki yang tengah dilanda kekhawatiran krisis ekonomi akibat gejolak pasar keuangan.

"Indonesia punya hal-hal positif yang dilihat selama minggu ini. Pertumbuhan kuat, inflasi rendah, dan defisit APBN diperkirakan lebih rendah," katanya ketika meninjau persiapan Asian Games 2018 di Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (13/08/2018).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu tetap akan memantau perkembangan gejolak pasar keuangan di Turki, mengingat semua pihak akan menganggap hal tersebut sebagai gangguan yang terjadi di pasar negara berkembang.

"Jadi kami ingin membedakan narasinya Indonesia dengan negara-negara yang selama ini memiliki kelemahan dan kerapuhan yang tinggi," ujar dia.

Mata uang lira Turki jatuh lebih dari 40 persen tahun ini menyusul kekhawatiran peningkatan kontrol ekonomi oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan memburuknya hubungan dengan AS.

Sementara itu, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi bergerak melemah 157 poin menjadi Rp14.643 dibanding sebelumnya Rp14.486 per dolar AS.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan sentimen mengenai gejolak ekonomi Turki turut menjadi faktor yang membuat sejumlah mata uang di dunia, termasuk rupiah mengalami tekanan terhadap dolar AS.

"Diketahui, Turki memiliki banyak eksposure utang terhadap Eropa sehingga ketika ekonomi Turki di ambang krisis maka akan mempengaruhi ekonomi Eropa dan dapat berdampak ke negara di kawasan Asia," kata dia.

Namun, Sri mengatakan dampak dari adanya kekhawatiran krisis ekonomi di Turki akibat penurunan mata uangnya lira masih sebatas persepsi.

"Kami harus waspada. Kemenkeu akan terus berkoordinasi, seperti dengan BI dan OJK di dalam menjaga terutama kalau pengaruhnya terhadap sentimen," kata Sri.

Ia menjelaskan situasi di Turki spesifik karena tidak hanya menyangkut masalah finansial namun juga keamanan dan politik tingkat global.

"Sebagai negara G20, tentu ini akan memberikan pengaruh terhadap ekonomi global. Walaupun ukurannya masih di bawah satu triliun dolar AS, namun Turki posisi strategisnya besar," kata Sri Mulyani.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi bergerak melemah 157 poin menjadi Rp14.643 dibanding sebelumnya Rp14.486 per dolar AS.

"Nilai tukar lira Turki mencatatkan depresiasi tajam. Efek Turki ini dikawatirkan membuat mata uang dolar AS menguat dan sebaliknya emerging market lain termasuk rupiah akan melemah," kata dia.

PKS: Tak perlu buang waktu tentukan wagub DKI
Fadli Zon tuding Jokowi bohong terkait impor jagung
Prabowo sebut penahanan Ahmad Dhani dilatari dendam politik
Kubu Prabowo tuding pernyataan Jokowi soal jalan desa tak sesuai fakta
Bawaslu usul pendukung di ruang debat dikurangi, ini kata kubu Prabowo
Netralitas PNS dan TNI jadi tolok ukur keberhasilan pemilu
KPK didesak minta maaf atau bayar denda Rp10 triliun
Ma'ruf Amin minta Sandi tak sungkan untuk menyerangnya dalam debat
BPN beber pelanggaran Kubu Jokowi saat debat
Demokrat siap laporkan Jokowi jika langgar aturan debat
Konsep ketuhanan Marapu, agama asli Pulau Sumba
Juara Dunia enam kali ini bangga jadi rival terberat Valentino Rossi
Refleksi Hari Keadilan Sosial Sedunia bagi perempuan
Tim DPR temukan pasokan listrik Bali kritis
IHSG kembali menguat dekati 6.500
Fetching news ...