Cara Adhyaksa meriahkan penutupan Raimuna Nasional

REPORTED BY: Fathor Rasi

Cara Adhyaksa meriahkan penutupan Raimuna Nasional Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault

Kebuntuan dan kebosanan kerap mengintai saat berada dalam suatu aktivitas tertentu, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Terutama pada jam-jam rawan seperti sesudah makan siang dan malam. Mengatasi hal itu memang tak mudah, perlu upaya tertentu agar keluar dari suana tersebut. Inilah yang dilakukan oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault saat penutupan Raimuna Nasional XI 2017.

Adhyaksa unjuk kebolehan dengan bernyanyi untuk menghibur ribuan peserta yang hadir di acara penutupan Raimuna Nasional XI 2017 yang digelar di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur, Minggu kemarin. Setelah secara resmi menutup acara Raimuna Nasional, ia mengejutkan 15.000 peserta yang hadir dengan bermain musik dan menyanyi di atas panggung.

"Jangan ke mana-mana dulu, kakak akan buat momen yang tidak akan kalian lupakan. Mau lihat Ketua Kwarnas tampil main band?," seru Adhyaksa disambut tepukan tangan meriah penonton.

Bergaya layaknya pemusik profesional, Adhyaksa membawakan lagu 'Bento' ciptaan musisi legendaris Indonesia, Iwan Fals. Dilanjutkan dengan lagu 'Gemumafire' dari Nusa Tenggara Timur sembari menari dengan gerakan lucunya, serta lagu populer India, 'Chal Chaya'.

Tak hanya unjuk kebolehan, Adhyaksa juga mengajak seluruh peserta Raimuna Nasional, jajaran Kwarnas dan Dewan Kerja Nasional (DKN) melakukan Mannequin Challenge yang sempat populer akhir tahun 2016 lalu. Diiringi lagu 'Kuda Lumping', ia meminta penonton ikut menari. Namun, jika musiknya berganti, mereka harus diam di tempat. Challenge tersebut berlangsung meriah.

Sebelum menutup acara Raimuna Nasional, ia sempat berpesan kepada seluruh peserta agar tetap menjaga keharmonisan, persatuan, dan saling menghargai setiap perbedaan. Raimuna Nasional, lanjut dia, adalah bentuk kecil Indonesia sebagai bukti kalau Pramuka cinta kesatuan dan persatuan serta menghargai perbedaan dan bebas dari narkoba.

"Kalian harus bisa menjadi percontohan ketika nanti kalian sudah pulang ke tempat kalian, tetap berusaha dan terus belajar. Kakak yakin, di antara kalian ada yang jadi pengusaha, bupati,  gubernur, bahkan presiden. Kalau nanti adik-adik jadi presiden, jangan lupa kakak ya,"  pungkasnya.

Negara tak akan punah karena Prabowo kalah
KPU: Kotak suara kardus hemat 70 persen
Prabowo sentil elit koalisi belum nyumbang, PKS: Kami otomatis bantu
Kubu Prabowo nilai jargon wong cilik Jokowi hanya untuk komoditas politik
KPU harap anggaran pemilu dapat digunakan mulai Januari 2019
Demokrat nilai tuduhan Wiranto terkait oknum perusak salah dan terburu-buru
Farhat Abbas minta PSI dikeluarkan dari Tim Kampanye Nasional
PPP: Yang kaget kotak suara kardus mungkin tak hadir rapat
Rusia perkuat pasukan rudal dengan ratusan senjata baru
Mobile Legends rilis karakter hero baru
BRI beberkan dua cara hadapi fintech
Bangladesh belajar program keluarga harapan ke Indonesia
Pelemahan rupiah dan sentimen dagang AS halangi pergerakan IHSG
Tiga permohonan maaf La Nyala ke Jokowi
Nasdem klaim TGB bergabung
Fetching news ...