Kapan gempa susulan di Lombok berakhir?

REPORTED BY: Siti Dzakiyyah

Kapan gempa susulan di Lombok berakhir? "Mengapa gempa susulan terus melanda daerah yang hampir porak poranda tersebut?"

Gempa yang menyapu Lombok Utara beberapa waktu lalu menyisahakan banyak tanda tanya. Di antara salah satunya yakni, mengapa gempa susulan terus melanda daerah yang hampir porak poranda tersebut?.

Lebih dari 400 gempa susulan tercatat terjadi setelah gempa 6,9 SR yang mengguncang Lombok pada Minggu (05/08/2018) lalu. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal 321 orang dan yang mengungsi lebih dari 270.168 jiwa. Ribuan bangunan rusak. Pertanyaannya adalah sampai kapan gempa susulan terjadi dan apa yang dapat dilakukan warga untuk mewaspadai guncangan-guncangan susulan ini?

Seperti dilansir dari BBC Indonesia, menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mataram, Agus Riyanto, Gempa susulan diprediksi BMKG masih akan terus terjadi selama tiga hingga empat minggu ke depan.

Meski demikian, bisa saja terjadi perubahan. Agus menyebut prediksi ini dapat berubah kembali - setelah sebelumnya diperkirakan berlangsung selama dua minggu - tergantung data gempa susulan yang dikumpulkan BMKG yang dievaluasi setiap tiga hari.

Agus mengambil contoh gempa yang sempat melanda Yogyakarta beberapa waktu lalu. Sebagai perbandingan, gempa Jogja pada 2006 berlangsung selama enam bulan.

Agus menyebutkan bahwa gempa susulan akan menurun secara eksponensial dan fluktuatif.

"Artinya dia akan semakin mengecil dibanding gempa utamanya, tetapi juga fluktuatif," terang Agus.

Selain itu, Agus juga menerangkan bagaimana proses gempa susulan terjadi. Agus menyebut, gempa susulan tak akan memiliki skala yang lebih besar dari gempa utama. Walaupun ada, kata Dia,  pusat gempa akan terjadi pada lokasi yang berbeda atau bidang patahan yang berbeda.

"Seperti kemarin kan setelah gempa di Lombok, terjadi gempa di Jawa Timur, artinya berbeda tempatnya," jelas Agus.

Agus juga menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan waspada jika terjadi gempa susulan berikutnya. Dia juga menyarankan agar warga segera beralih ke tenda pengungsian jika rumah sudah terlihat keretakan yang berpotensi mudah roboh.

"Yang rumahnya sudah ada rusak, ada sembilan korban jiwa kena gempa susulan kemarin," ujar Agus Riyanto.

Namun, jika dalam keadaan terpaksa berada di dalam ruangan, rumah, atau bangunan saat gempa terjadi,  Agus menyarankan warga untuk mengingat metode "Drop Cover Hold".

“Drop dengan bersembunyi di kolong meja dan menghindari kaca, Cover dengan melindungi kepala, serta Hold dengan mendekat ke pilar-pilar yang kokoh,” pungkasnya.

PKS: Tak perlu buang waktu tentukan wagub DKI
Fadli Zon tuding Jokowi bohong terkait impor jagung
Prabowo sebut penahanan Ahmad Dhani dilatari dendam politik
Kubu Prabowo tuding pernyataan Jokowi soal jalan desa tak sesuai fakta
Bawaslu usul pendukung di ruang debat dikurangi, ini kata kubu Prabowo
Netralitas PNS dan TNI jadi tolok ukur keberhasilan pemilu
KPK didesak minta maaf atau bayar denda Rp10 triliun
Ma'ruf Amin minta Sandi tak sungkan untuk menyerangnya dalam debat
BPN beber pelanggaran Kubu Jokowi saat debat
Demokrat siap laporkan Jokowi jika langgar aturan debat
Konsep ketuhanan Marapu, agama asli Pulau Sumba
Juara Dunia enam kali ini bangga jadi rival terberat Valentino Rossi
Refleksi Hari Keadilan Sosial Sedunia bagi perempuan
Tim DPR temukan pasokan listrik Bali kritis
IHSG kembali menguat dekati 6.500
Fetching news ...