Menunggu langkah taktis sang master catur

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Menunggu langkah taktis sang master catur Pelantikan Utut Adianto sebagai wakil ketua DPR RI pada forum rapat paripurna DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (20/3).

Sejumlah pihak merasa kaget Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menunjuk grand master catur Utut Adianto sebagai Wakil Ketua DPR yang baru sebagai wakil dari partai banteng.

Putri Megawati, Puan Maharani menegaskan penetapan Utut sudah melalui pertimbangan yang matang, yang antara lain karena ia merupakan salah satu kader dengan kinerja yang baik dan berpengalaman.

"Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memiliki pertimbangan matang menetapkan Utut sebagai Wakil Ketua DPR. Yang pasti sebagai representasi PDI Perjuangan harus bisa bersinergi dengan pemerintah," kata Puan seusai menghadiri pelantikan Utut sebagai Wakil Ketua DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (20/03/2018).

Puan berharap setelah Utut menjadi Wakil Ketua DPR RI, kinerja DPR menjadi lebih baik dari sebelumnya dan memperkuat fungsi DPR sebagai representasi rakyat.

"Kami ucapkan selamat kepada Pak Utut Adianto sudah dilantik sebagai Pimpinan DPR. Dan semoga bisa amanah menjalankan tugas-tugasnya di masa waktu menjelang periode tahun 2019," ujarnya.

Dia juga berharap setelah Utut dilantik bisa jadi kekuatan baru dan mampu bersinergi antara semua Fraksi di DPR dan bisa bersinergi dengan pemerintah untuk menjalankan semua program pemerintah bersama dengan DPR demi kesejahteraan rakyat.

Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan Utut Adianto resmi menjadi Wakil Ketua DPR RI setelah mengucapkan sumpah dan janji yang dipimpin Ketua Mahkamah Agung (MA) Muhammad Hatta Ali. Pelantikan yang ditandai dengan pengucapan sumpah dan janji tersebut dilakukan dalam forum rapat paripurna DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (20/3).

Hadir pada kesempatan tersebut, seluruh pimpinan DPR RI yakni Ketua DPR Bambang Soesatyo serta para Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Taufik Kurniawan, Agus Hermanto, dan Fahri Hamzah.

Utut menjadi Wakil Ketua DPR RI dengan mengisi kursi pimpinan DPR RI tambahan setelah perubahan kedua UU No. 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (MD3) menjadi UU No. 2 tahun 2018 tentang MD3.

Perkuat konsolidasi

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, ditunjuknya Utut Adianto menduduki jabatan Wakil Ketua DPR RI dengan pertimbangan sebagai kader senior yang telah menjalani proses kaderisasi di internal partainya.

 PDI Perjuangan berharap keberadaan Utut Adianto di jajaran pimpinan DPR RI, dapat menguatkan konsolidasi politik di pemerintahan, yakni dengan lebih mengefektifkan dukungan kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Utut Adianto telah digembleng sebagai kader partai yang memiliki kesadaran ideologi, organisasi, politik, serta memiliki kecakapan manajerial yang andal. Utut juga memiliki dedikasi untuk memperbaiki dan peningkatan kinerja DPR RI," kata Hasto.

Menyikapi amanah tersebut, Utut Adianto mengatakan, tugas yang diberikan partainya harus dapat dijalankannya dengan sebaik-baiknya. Alumni Jurusan Hubungan Internasional FISIP Universitas Pajajaran Bandung tahun 1989 ini bertekad, ingin menyelesaikan masa tugasnya dengan baik hingga September 2019.

Tentang Utut

Utut dilahirkan di Jakarta, pada 16 Maret 1965, dan menjalani pendidikan sekolah dasar (SD) hingga SMA di Jakarta, sebelum melanjutkan ke Jurusan Hubungan Internasional FISIP Unpad Bandung tahun tahun 1994.

Sejak anak-anak, Utut Adianto sudah berlatih catur dan pada usia 13 tahun, sudah meraih Juara Catur Yunior DKI Jakarta (1978), kemudian Juara Catur Yunior Nasional (1979).

Utut yang masih duduk dibangku kelas dua SMP, membuat kejutan dengan meraih Juara II Kejuaraan Catur Dunia usia di bawah 16 tahun, di Puerto Rico, Amerika (1979).

Pada usia 21 tahun, Utut meraih gelar Gelar Grandmaster International pada Olimpiade Catur, di Dubai (1986). Utut juga menjadi Juara Turnamen Catur Internasional, di San Fransisco, Amerika Serikat (1986).

Sepanjang karirnya sebagai pecatur profesional hingga 2006, Utut Adianto banyak mengikuti kejuaran catur internasional.

Utut juga menjadi pengurus organisasi catur, baik tingkat nasional, Asia, maupun internasional, antara lain Vice President Grandmaster Council (2005-2010).

Setelah puluhan tahun berkarir di dunia catur profesional, suami dari Tri Hatmanti Endang Susilowati serta ayah dari Melati Mekar Mewangi ini beralir ke dunia politik.

Utut Adianto menjadi Anggota PDI Perjuangan dan dipercaya menjadi Ketua DPP Taruna Merah Putih periode 2008-2012, yakni salah satu Ormas Pemuda PDI Perjuangan.

Utut kemudian menjadi calon anggota legislatif (caleg) PDI Perjuangan untuk DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah VII pada 2009 dan terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2009-2018.

Sesuai dengan latar belakangnya, Utut Adianto duduk di Komisi X yang membidangi olahraga, pendidikan, dan pariwisata.

Pada pemilu legislatif 2014, Utut Adianto kembali terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019. Utut kembali menjadi anggota Komisi X dan kemudian menjadi Wakil Ketua Komisi X.

Berikutnya, Utut dipercaya menjadi Ketua Fraksi PDI Perjuangan, yakni fraksi terbesar di DPR RI dengan jumlah anggota 109 orang.

Masyarakat tentu saja berharap Utut mampu bermain cantik dalam catur politik sebagaimana yang dilakukan di bidak catur sungguhan.

Negara tak akan punah karena Prabowo kalah
KPU: Kotak suara kardus hemat 70 persen
Prabowo sentil elit koalisi belum nyumbang, PKS: Kami otomatis bantu
Kubu Prabowo nilai jargon wong cilik Jokowi hanya untuk komoditas politik
KPU harap anggaran pemilu dapat digunakan mulai Januari 2019
Demokrat nilai tuduhan Wiranto terkait oknum perusak salah dan terburu-buru
Farhat Abbas minta PSI dikeluarkan dari Tim Kampanye Nasional
PPP: Yang kaget kotak suara kardus mungkin tak hadir rapat
Rusia perkuat pasukan rudal dengan ratusan senjata baru
Mobile Legends rilis karakter hero baru
BRI beberkan dua cara hadapi fintech
Bangladesh belajar program keluarga harapan ke Indonesia
Pelemahan rupiah dan sentimen dagang AS halangi pergerakan IHSG
Tiga permohonan maaf La Nyala ke Jokowi
Nasdem klaim TGB bergabung
Fetching news ...