PDIP akui Jokowi gunakan kekuasaan pada iklan di bioskop

REPORTED BY: Insan Praditya

PDIP akui Jokowi gunakan kekuasaan pada iklan di bioskop Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menanggapi iklan Jokowi di bioskop yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Hasto mengatakan beberapa kalangan salah tafsir, dan seharusnya dapat membedakan antara penggunaan kekuasaan atau "the use of power" dengan penyalahgunaan kekuasaan atau "abuse of power". Yang dilakukan Jokowi, menurutnya lebih kepada penggunaan kekuasaan Jokowi sebagai pertahana.

"Banyak yang salah membedakan antara use of power dan abuse of power, contohnya ketika ada salah satu pimpinan yang minta anaknya difasilitasi pada saat keluar negeri. Tetapi, kalau dalam konteks penyampaian keberhasilan ya itu merupakan posisi strategis dimanapun dimiliki incumbent," kata Hasto kepada rimanews di Posko Cemara, Jakarta, Kamis (13/09/2018).

Hasto mengatakan iklan tersebut tidak memiliki konten kampanye dengan memperlihatkan gambar bakal calon wakil presiden Ma'ruf Amin. Ia mengatakan iklan tersebut hanya menyampaikan komitmen Jokowi membangun kedaulatan pangan dalam negeri.

"Itu kan tidak ada permintaan mencoblos. Tidak ada permintaan. Gambar kiai Maruf juga kan gak ada di situ. Kita menyampaikan salah satu komitmen Pak Jokowi membangun kedaulatan di bidang pangan," kata Hasto.

Hasto mengatakan iklan itu hanya menyampaikan ke masyarakat hasil kerja Jokowi sebagai Presiden serta hasil positif yang diterima masyarakat.

"Itu untuk menginformasikan kepada rakyat ini loh pajak-pajak rakyat seperti apa. Itu kan sebagai hal positif. Ini hal biasa dilakukan dalam demokrasi kita semakin matang jadi yang mengkritik itu melihat ke dalam, melihat kepentingan bangsa dan negara," tutupnya.

Sebelumnya, iklan layanan masyarakat di bioskop ramai diperbincangkan di media sosial. Iklan tersebut berisi pembangunan beberapa bendungan di Indonesia. Di akhir iklan, ada kutipan dari Presiden Joko Widodo yang diikuti dengan tagar #MENUJUINDONESIAMAJU.

 

Jokowi pilih kostum khusus saat debat dengan Prabowo
Demokrat nilai pembentukan TGPF Novel sarat kepentingan politik Jokowi
Fahri Hamzah: Debat pilpres jangan seperti lomba cerdas cermat
Jelang debat, Zulkifli Hasan sarankan Prabowo-Sandi santai-santai
Rizal Ramli tak percaya lembaga survei
Ignasius Jonan mangkir, DPR kecewa
Anggota DPR banyak tak lapor harta kekayaan, ini kata sang Ketua
Polemik pembangunan tol, Fahri Hamzah: itu tol punya swasta
TKN pertimbangkan gelar pidato kebangsaan ala Jokowi
Arus modal masuk berpotensi buat IHSG naik hari ini
Kemendikbud tak ingin ada sekolah favorit
Ini tiga ciri pemerintahan Jokowi otoriter menurut Amien Rais
 Lagu Jogja Istimewa dijiplak pendukung Prabowo, Ini respons Kubu Jokowi
PKS nilai pidato Prabowo tepis anggapan pesimisme
Kubu Prabowo minta KPK periksa Tjahjo Kumolo terkait kasus Meikarta
Fetching news ...