Gerindra dukung mahasiswa geruduk Istana dan DPR

REPORTED BY: Insan Praditya

Gerindra dukung mahasiswa geruduk Istana dan DPR Fadli Zon dan Ahmad Riza Patria

Politisi Fadli Zon dan Ahmad Riza Patria mendukung Aksi Mahasiswa dari berbagai universitas yang akan berdemonstrasi di Gedung Istana Negara dan DPR-MPR RI hari ini, yang menuntut perbaikan ekonomi di era pemerintahan Jokowi. Fadli Zon menilai banyak kebijakan di pemerintahan jokowi yang tidak sesuai dengan kepentingan nasional, Terlebih liberalisasi  ekonomi serta melemahnya rupiah, hal ini menyebabkan mahasiswa berdemonstrasi.

"Kalau saya masih mahasiswa saya paling depan bergerak,sekarang bukan mahasiswa lagi. Saya kira saudara Fahri Hamzah juga paling depan bahkan udah dari beberapa bulan tahun yang lalu, karena banyak kebijakan yang tidak sesuai dengan kepentingan nasional, yaitu soal buruh asing soal liberalisasi di sektor ekonomi dan pelemahan rupiah," ujarnya di gedung DPR-MPR RI, Jumat (14/09/2018).

Fadli mengatakan bahwa demo mahasiswa adalah hal yang wajar, sebab mahasiswa adalah agen perubahan sosial. Ia juga menyebutkan bahwa pergerakan 1908 dan sumpah pemuda 1928 digerakan oleh mahasiswa.

"Saya kira dari perspektif dulu aktivis juga biasa saja. Saya kalau demo dulu di depan gedung DPR sering dulu, apalagi pas jadi mahasiswa. Mahasiwa ini sering disebut agen perubahan sosial atau agent of social chang, biasanya angkatan 1908 dan 1928 itu kan yang menjadi penghela sejarahnya adalah kalangan terpelajar dulu," katanya.

Wakil ketua komisi II DPR fraksi Gerindra, Ahmad Riza Patria juga mendukung aksi demonstrasi mahasiswa tersebut, dia menilai mahasiswa harus mempunyai sikap kritis dalam melihat situasi bangsa ini.

"Dinamika di mahasiswa itu harus kritis bisa melihat dan merasakan apa yang dirasakan bangsa ini," katanya di gedung DPR-MPR RI, Jumat (14/09/2018).

Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa jumlah mahasiswa yang berdemonstrasi tidak salah, asalkan sesuai dengan aturan yang ada.

"Mau seribu, sepuluh ribu bahkan seratus ribu silakan, asalkan tertib, silakan sampaikan gagasan dan aspirasi," tutupnya.

Negara tak akan punah karena Prabowo kalah
KPU: Kotak suara kardus hemat 70 persen
Prabowo sentil elit koalisi belum nyumbang, PKS: Kami otomatis bantu
Kubu Prabowo nilai jargon wong cilik Jokowi hanya untuk komoditas politik
KPU harap anggaran pemilu dapat digunakan mulai Januari 2019
Demokrat nilai tuduhan Wiranto terkait oknum perusak salah dan terburu-buru
Farhat Abbas minta PSI dikeluarkan dari Tim Kampanye Nasional
PPP: Yang kaget kotak suara kardus mungkin tak hadir rapat
Rusia perkuat pasukan rudal dengan ratusan senjata baru
Mobile Legends rilis karakter hero baru
BRI beberkan dua cara hadapi fintech
Bangladesh belajar program keluarga harapan ke Indonesia
Pelemahan rupiah dan sentimen dagang AS halangi pergerakan IHSG
Tiga permohonan maaf La Nyala ke Jokowi
Nasdem klaim TGB bergabung
Fetching news ...