DPR ingatkan pendukung paslon untuk bersikap dewasa selama Pilpres

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

DPR ingatkan pendukung paslon untuk bersikap dewasa selama Pilpres

Anggota Komisi VIII DPR RI Bambang Budi Santoso meminta para pendukung pasangan calon presiden untuk bertindak dewasa, yakni berpartisipasi dalam proses demokrasi secara adil, damai, jujur dan bersih.

“Dalam demokrasi, esensinya adalah partisipasi publik, tetapi ini belum cukup tanpa sikap yang dewasa, yakni memahami bahwa Pilpres, termasuk Pileg, adalah kontestasi politik yang harus dilakukan dengan adil, jujur, bersih dan damai,” katanya kepada Rimanews.com di Jakarta, Sabtu (22/09/2018).

Politisi PAN (Partai Amanat Nasional) ini mengatakan kedaulatan ada di tangan rakyat harus diejahwantakan dengan cara ikut andil di dalamnya, yakni tidak golput. Namun, bukan berarti pada pendukung harus membabi buta dalam upaya memenangkan pemilu.

“Harus ikut memilih, ya. Tapi, memilih dengan cara yang sehat, yaitu memilih pasangan yang paling bagus visi-misinya dalam membangun bangsa. Akan tetapi, di saat yang sama harus menghargai pilihan orang lain yang berbeda,” ujarnya.

Khusus tim pemenangan, Bambang mengingatkan untuk menghindari kampanye hitam serta menyebarkan berita hoaks di media sosial.

“Tidak hanya para pemilih atau pendukung yang harus sehat, tim sukses harus menjadi pihak pertama yang memegang komitmen untuk berkompetisi secara sportif dan fair. Mereka ini yang sebenarnya menjadi ujung tombak pemilu damai,” katanya.

“Partisipasi pemilih pada Pileg 2014 mencapai 75,11 persen, sedangkan pada Pilpres 69,58 persen. Angka ini menurun dibanding tahun sebelumnya. Kalau kabar hoaks menguasai materi kampanye di medsos, saya kira orang malah akan apatis, enggan ke TPS (tempat pemungutan suara, red). Angka golput yang tinggi merugikan kita semua, karena itu bagian dari kegagalan berdemokrasi, ” lanjutnya.

Sementara itu, terkait masa kampanye yang akan dimulai esok (23 September), Bambang berpesan kepada tim sukses kedua pasangan calon untuk menyiapkan materi-materi kampanye yang cerdas dan mendidik.

“Ya, supaya proses demokrasi juga dapat kita jadikan sebagai sarana untuk mendidik masyarakat,” pungkasnya.

Usai mengambil nomor urut kemarin, kedua pasangan calon, yakni Jokowi-Ma’ruf (nomor urut 1) dan Prabowo-Sandiaga, diberikan waktu melaporkan audit dana kampanye mulai 22 September hingga 2 Mei. Sementara itu, masa kampanye dimulai pada 23 September hingga 13 April 2019, sedangkan pemungutan suara akan dilakukan pada 17 April 2019. Tahapan selanjutnya adalah rekapitulasi dan penetapan hasil pilpres tingkat nasional yang akan dimulai pada 25 April hingga 22 Mei 2019.

Wakil Ketua MPR kritik 4 tahun kinerja Jokowi
PKS senang PDIP kritik Anies
Berharap pada niat luhur pemerintah berantas korupsi
PAN: penjarahan masih terjadi di Palu dan Donggala
Kubu Prabowo: Kampanye tak harus selalu pencitraan
Legislator ajak seret Myanmar ke Mahkamah Internasional
Demokrat beri masukan jelang empat tahun pemerintahan Jokowi
Panggil Kepala Daerah, kubu Jokowi nilai Bawaslu berlebihan
Peluru yang nyasar ke DPR berasal dari senjata modifikasi
Bawaslu akan panggil Jokowi-Ma'ruf, Timses: capres-cawapres sibuk
DPR dorong alokasi beasiswa korban bencana Sulteng
Ketua MKD datangi lokasi penembakan DPR
Bamsoet minta DPR RI dilapisi kaca anti peluru
Politisi Gerindra: polisi tak profesional simpulkan kasus penembakan
Polisi sebut penembak Gedung DPR berinisial I
Fetching news ...