Demokrat tuding Sekjen Gerindra beri informasi tak utuh ke publik

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Demokrat tuding Sekjen Gerindra beri informasi tak utuh ke publik Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani

Juru Bicara Komandan Satuan Tugas bersama (Kogasma) Partai Demokrat Putu Supadma Rudana mengatakan pernyataan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani tak utuh dalam memberikan informasi ke publik, bahkan menyeret nama Komandan Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam permasalahan yang tidak produktif.

Putu mengatakan calon wakil presiden nomor 02 Sandiaga Uno yang berjanji banyak hal kepada Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan meminta kesediaan AHY untuk bersafari dengannya. Namun, Putu mengatakan sampai saat ini Sandiaga belum memenuhi janji tersebut.

"Mas AHY menyanggupi tetapi tidak ditentukan waktunya kapan. Hingga hari ini, Mas Sandiaga Uno bukan hanya tidak ada itikad baik untuk menepati janji-janjinya itu, tetapi juga tidak pernah melakukan komunikasi lagi dengan Mas AHY," kata Putu saat dihubungi oleh wartawan, Rabu (13/11/2018).

Putu mengatakan keseriusan AHY untuk membantu pemenangan paslon Prabowo-Sandi sudah dibuktikan dengan berada di posisi Anggota Dewan Pembina Tim Pemenangan. Ia mempertanyakan keseriusan Sandiaga Uno untuk menang di Pilpres 2019 karena mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu tak pernah berdiskusi dengan anggota Dewan Pembina.

"Seberapa serius Mas Sandiaga Uno berjuang untuk menang ketika duduk bersama antara para Anggota Dewan Pembina saja tidak pernah dilakukan, sehingga tidak jelas siapa akan berbuat apa," tuturnya.

Putu menyebutkan AHY dalam perencanaan pemenangan selalu bertindak sistematis sebelum terjun ke lapangan. Selain itu, Ia mengatakan AHY saat ini juga tengah sibuk mengkonsolidasikan suara Demokrat bersama kader ke lapangan.

"Saat ini Mas AHY rajin turun ke lapangan bersama Kader Partai Demokrat. Jadi prioritas pertama ada pada partai baru kemudian Capres-Cawapres. Hal ini dilakukan bukan hanya oleh Partai Demokrat, tetapi juga oleh partai-partai lainnya," katanya.

Putu menambahkan jika Paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi itu serius untuk menang di Pilpres 2019, alangkah baiknya untuk merealisasikan janji-janji yang pernah diucapkan kepada SBY.

"Untuk itu, jika benar pasangan ini serius untuk menang, maka janji-janji yang pernah diucapkannya agar direalisasikan, bukan janji dibayar dengan janji," jelasnya.

Selanjutnya, Putu menyarankan Partai Gerindra tak banyak mengeluh kepada publik dan meminta partai koalisi untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya membuka aib Gerindra. Ia mengatakan Demokrat mengajak Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno untuk duduk bersama.

"Sebagai bagian dari koalisi, kami mengajak duduk bersama untuk merealisasikan janji-janji yang sudah dibuat oleh Pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Intinya, kami mendesak untuk segera dilakukan konsolidasi agar pekerjaan dan hasilnya lebih produktif," pungkasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat berjanji untuk berkampanye bersama calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. 

Muzani juga mengatakan Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga pernah berjanji berkampanye bersama calon wakil presiden Sandiaga Uno. Namun, menurutnya waktu untuk berkampanye bersama belum ditentukan.

"Sudah beberapa kali janjian tapi kemudian belum pas. Pada waktu yang ditentukan kemudian ternyata AHY ada jadwal lain," kata Muzani beberapa waktu yang lalu.

Negara tak akan punah karena Prabowo kalah
KPU: Kotak suara kardus hemat 70 persen
Prabowo sentil elit koalisi belum nyumbang, PKS: Kami otomatis bantu
Kubu Prabowo nilai jargon wong cilik Jokowi hanya untuk komoditas politik
KPU harap anggaran pemilu dapat digunakan mulai Januari 2019
Demokrat nilai tuduhan Wiranto terkait oknum perusak salah dan terburu-buru
Farhat Abbas minta PSI dikeluarkan dari Tim Kampanye Nasional
PPP: Yang kaget kotak suara kardus mungkin tak hadir rapat
Rusia perkuat pasukan rudal dengan ratusan senjata baru
Mobile Legends rilis karakter hero baru
BRI beberkan dua cara hadapi fintech
Bangladesh belajar program keluarga harapan ke Indonesia
Pelemahan rupiah dan sentimen dagang AS halangi pergerakan IHSG
Tiga permohonan maaf La Nyala ke Jokowi
Nasdem klaim TGB bergabung
Fetching news ...