PSI ajak perempuan tak bela politisi Sontoloyo dan Genderuwo

REPORTED BY: Siti Dzakiyyah

PSI ajak perempuan tak bela politisi Sontoloyo dan Genderuwo Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie.

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengajak para perempuan untuk tidak membela politisi sontoloyo dan genderuwo. Ia mengajak perempuan untuk mendukung seseorang atau pemimpin yang memikirkan anak-anak bangsa Indonesia seperti halnya calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo. Hal itu disampaikan Grace Natalie pada saat memberikan orasi kepada Relawan Perempuan Tangguh Pilih Jokowi (Pertiwi) di Jokowi Center, Jakarta, Sabtu (17/11/2018).

 

"Kita tahu yang kita bela adalah bukan politisi yang sonyoloyo atau politiskus gendurowo, tapi orang yang memikirkan anak-anak kita, keluarga kita, semua manusia Indonesia, itulah yang jadi pusat perjuangan, perhatian, fokus dari pekerjaan Pak Jokowi selama dia menjadi pemimpin. Itu alasan kita hari ini ada di sini," kata Grace saat berorasi dalam deklarasi Pertiwi dukung Jokowi-Ma'ruf di Jokowi Center, Jakarta, Sabtu (17/11/2018).

 

Grace mengatakan masa kampanye yang hanya tersisa lima bulan ini dapat dimanfaatkan oleh ibu-ibu untuk ikut aktif dan cerewet untuk menangkal isu hoaks. Selain itu, Ia mengatakan Ibu-ibu juga dapat ikut menangkal pernyataan politisi yang sering melontarkan berita bohong atau hoaks.

 

"Ayo pake lima bulan ini untuk perang dengan cantik. Ibu-ibu, perempuan-perempuan tangguh 5 bulan ini ibu-ibu semua dapat sertifikat boleh kepo, boleh bawel, malah harus bawel, sikat habis semua hoaks dan kebohongan yang dilontarkan oleh para politisi sontoloyo dan genderuwo," ujarnya.

 

Grace mengatakan pilihan yang tepat pada saat ini adalah memenangkan demokrasi yakni dengan paslon nomor urut 01Jokowi-Ma'ruf. Ia menyebut jika politisi sontoloyo dan genderuwo menang, maka yang menjadi korban adalah perempuan.

 

"Di tengah merebaknya sekterianisme, kalau sampai politisi sotoloyo dan genderuwo yang menang, maka yang korban pertama adalah perempuan, dengan adanya diskriminasi dan domestifikasi, padahal kita berjuang ratusan tahun yang lalu," jelasnya.

 

Tak hanya itu, Grace mengajak perempuan untuk berusaha sekuat tenaga untuk ikut aktif, supaya masyarakat mengetahui hasil kerja calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi selama lima tahun ini.

 

"Mari kita berusaha sekuat tenaga, mari kita bawel 24 jam, kepo terus-terusan, agar semua orang tahu, apa yang dikerjakan oleh Bapak kita (Jokowi), selama 5 tahun ini dan apalagi yang diperbuat dalam periode selanjutnya," pungkasnya.

Negara tak akan punah karena Prabowo kalah
KPU: Kotak suara kardus hemat 70 persen
Prabowo sentil elit koalisi belum nyumbang, PKS: Kami otomatis bantu
Kubu Prabowo nilai jargon wong cilik Jokowi hanya untuk komoditas politik
KPU harap anggaran pemilu dapat digunakan mulai Januari 2019
Demokrat nilai tuduhan Wiranto terkait oknum perusak salah dan terburu-buru
Farhat Abbas minta PSI dikeluarkan dari Tim Kampanye Nasional
PPP: Yang kaget kotak suara kardus mungkin tak hadir rapat
Rusia perkuat pasukan rudal dengan ratusan senjata baru
Mobile Legends rilis karakter hero baru
BRI beberkan dua cara hadapi fintech
Bangladesh belajar program keluarga harapan ke Indonesia
Pelemahan rupiah dan sentimen dagang AS halangi pergerakan IHSG
Tiga permohonan maaf La Nyala ke Jokowi
Nasdem klaim TGB bergabung
Fetching news ...