Erick Thohir sebut ibu-ibu paling sulit dipolitisasi

REPORTED BY: Siti Dzakiyyah

Erick Thohir sebut ibu-ibu paling sulit dipolitisasi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir.

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir mengatakan kalangan ibu-ibu lebih sulit dipolitisasi. Sebab, menurutnya perempuan atau ibu-ibu memilih pemimpin berdasarkan hati nurani.

 

"Ibu-Ibu lebih sulit dipolitisasi karena pake nurani," kata Erick saat ditemui wartawan di Jokowi Center, Menteng, Jakarta, Sabtu (17/11/2018).

 

Erick menyadari banyak ibu-ibu bekerja untuk menopang kebutuhan rumah tangganya. Oleh karena itu, menurutnya program Presiden Jokowi selama lima tahun terakhir sudah banyak membantu keluarga Indonesia seperti Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat.

 

"Saya yakinkan bahwa apa yang sudah diajukan presiden itu sangat membantu ekonomi rumah tangga dengan Kartu Indonesia Pintar, bagaimana beban pendidikan jadi ringan, Kartu Indonesia Sehat juga terasa dan banyak sekali ekonomi Rumah Tangga tidak hanya ditopang bapak tapi ibu-ibunya," ujarnya.

 

Erick mengatakan dukungan Jokowi kepada kalangan perempuan sudah terlihat dalam konsep Nawacita pemerintahan Jokowi. Ia memberikan contoh delapan menteri di pemerintahan Jokowi diisi oleh perempuan.

 

"Nah itu yang saya rasa langsung dan memang keseteran perempuan ini sudah terasa di Indonesia, banyak pemimpin tidak hanya politisi, usaha sudah ada dari peremuan yang memang notabennya kadang lebih rajin dari bapak-bapak," pungkasnya.

 

Selanjutnya, saat ditanya akan menargetkan suara seberapa besar timses Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019, Erick mengatakan akan menargetkan lebih banyak dukungan dari perempuan.

 

"Sebanyak-banyaknya target, namanya juga pemilu," pungkasnya.

Negara tak akan punah karena Prabowo kalah
KPU: Kotak suara kardus hemat 70 persen
Prabowo sentil elit koalisi belum nyumbang, PKS: Kami otomatis bantu
Kubu Prabowo nilai jargon wong cilik Jokowi hanya untuk komoditas politik
KPU harap anggaran pemilu dapat digunakan mulai Januari 2019
Demokrat nilai tuduhan Wiranto terkait oknum perusak salah dan terburu-buru
Farhat Abbas minta PSI dikeluarkan dari Tim Kampanye Nasional
PPP: Yang kaget kotak suara kardus mungkin tak hadir rapat
Rusia perkuat pasukan rudal dengan ratusan senjata baru
Mobile Legends rilis karakter hero baru
BRI beberkan dua cara hadapi fintech
Bangladesh belajar program keluarga harapan ke Indonesia
Pelemahan rupiah dan sentimen dagang AS halangi pergerakan IHSG
Tiga permohonan maaf La Nyala ke Jokowi
Nasdem klaim TGB bergabung
Fetching news ...