Kominfo awasi isu SARA di internet

REPORTED BY: Insan Praditya

Kominfo awasi isu SARA di internet Gedung Kominfo

Kepala seksi Insfrastruktur pengendalian keamanan internet Kemkominfo, Riko Rasota Ramada mengatakan Kominfo akan melakukan pengawasan terhadap isu berbau SARA. Hal ini demi mencegah penyebaran informasi yang berpotensi menimbulkan perpecahan di masyarakat.

"Di kominfo kita terus lakukan pengawasan pada isu-isu yang kira-kira berpotensi melakukan perpecahan," ujarnya di Akmani Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (06/12/2018).

Lebih lanjut, dia mengatakan Kominfo akan melakukan pencegahan dan penindakan melalui pemutusan akses jika ada konten yang berbau SARA tersebut. Hal tersebut dilakukan demi menimbulkan literasi digital yang menyenangkan tanpa perpecahan beda pandangan politik.

"Tindakan ke depannya, kewenangan kami penapisan atau memutuskan akses terhadap konten tersebut," tegasnya.

"Tahun depan target literasi digital kami lebih ke arah lini masa asyik tanpa perpecahan politik," lanjutnya.

Menurutnya, masyarakat harus dapat memilah mana konten yang bersifat negatif, sehingga kedepannya timeline di media sosial diharapkan kontennya bersifat positif.

"Kami memenangkan 'timeline' di lini massa sehingga literasinya bagaimana masyarakat bisa mengerti mana konten yg sifatnya negatif hoax,"

Kendati demikian, Riko menjelaskan jika ada pelanggaran terhadap konten yang berbau ujaran kebencian dan propaganda dari pihak salah satu kubu, Kominfo akan menyerahkannya kepada lembaga terkait seperti Bawaslu.

"Ada konten pornografi dan judi kami akan tindak. Kalau terkait konten pemilu kami tunggu persetujuan dr lembaga terkait," tutupnya.

 

Negara tak akan punah karena Prabowo kalah
KPU: Kotak suara kardus hemat 70 persen
Prabowo sentil elit koalisi belum nyumbang, PKS: Kami otomatis bantu
Kubu Prabowo nilai jargon wong cilik Jokowi hanya untuk komoditas politik
KPU harap anggaran pemilu dapat digunakan mulai Januari 2019
Demokrat nilai tuduhan Wiranto terkait oknum perusak salah dan terburu-buru
Farhat Abbas minta PSI dikeluarkan dari Tim Kampanye Nasional
PPP: Yang kaget kotak suara kardus mungkin tak hadir rapat
Rusia perkuat pasukan rudal dengan ratusan senjata baru
Mobile Legends rilis karakter hero baru
BRI beberkan dua cara hadapi fintech
Bangladesh belajar program keluarga harapan ke Indonesia
Pelemahan rupiah dan sentimen dagang AS halangi pergerakan IHSG
Tiga permohonan maaf La Nyala ke Jokowi
Nasdem klaim TGB bergabung
Fetching news ...