Sandi sebut Jateng ingin ganti presiden, Djarot: Upaya menghibur diri

REPORTED BY: Insan Praditya

Sandi sebut Jateng ingin ganti presiden, Djarot: Upaya menghibur diri Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat

Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat mengatakan Calon Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno sedang berupaya menghibur diri. Hal ini terkait pernyataan Sandiaga Uno yang mengaku melihat keinginan masyarakat Jawa Tengah untuk ganti presiden di Pilpres 2019.

"Itu kan sebetulnya upaya dia menghibur diri, menyenangkan hati dia sendiri. Menurut saya ya itu," kata Djarot saat dihubungi wartawan, Senin (17/12/2018).

Djarot mengatakan pernyataan Sandi perlu dibuktikan pada hari pemungutan suara pada tanggal 17 April 2018. Ia juga menyambut baik rencana pemindahan posko Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ke kandang banteng itu.

"Kita buktikan tanggal 17 nanti seperti apa suara rakyat Jawa Tengah. Justru kalau saya sih malah demen, seneng banget menyambut gembira kalau poskonya Pak Sandi ada di sana, seneng banget," ujarnya.

Djarot mengatakan selama ini Jawa Tengah merupakan basis suara calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi). Hal itu menurutnya berdasarkan penelusuran kader PDIP yang langsung bertemu dengan masyarakat.

"Kalau menurut saya sih selama ini Jawa Tengah itu menjadi basis kita dan Pak Jokowi sudah berbuat banyak sekali di Jawa Tengah. Sudah dirasakan betul, saya ini bukan sekadar ngomong, kami ini sudah turun ke bawah, kemarin kan kami turun ke daerah daerah Jawa Tengah," tuturnya.

Selanjutnya, Djarot mengatakan raihan suara Jokowi di Jawa Tengah dapat dipastikan minimal 65 persen. Selain itu, Ia juga memprediksi suara Jokowi bisa mencapai 70 persen di kandang banteng tersebut.

"Suara pak Jokowi itu minimal bisa 65 persen, minimal bisa jadi 70 persen kita lihat nanti seperti apa ya nggak?," pungkasnya.

Sebelumnya, Calon Wakil Presiden nomor urut 02  Sandiaga Uno mengaku melihat keinginan masyarakat Jawa Tengah untuk perubahan pemerintah di Pilpres 2019. Hal itu disampaikan Sandi usai bersafari politik di Jawa Tengah beberapa waktu yang lalu. Ia juga berfirasat sinyal perubahan itu semakin kuat.

"Keinginan perubahan makin kental, kami rasakan betul di tiap pertemuan demi pertemuan. Semua itu perlu diwujudkan saat 17 April 2019 nanti," kata Sandi beberapa waktu yang lalu.

Sandi mengatakan beberapa kali berkeliling ke daerah-daerah di Jawa Tengah, ia menyerap aspirasi masyarakat untuk meningkatkan perubahan. Untuk itu, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut semakin mengoptimalkan kinerja tim.

Jokowi pilih kostum khusus saat debat dengan Prabowo
Demokrat nilai pembentukan TGPF Novel sarat kepentingan politik Jokowi
Fahri Hamzah: Debat pilpres jangan seperti lomba cerdas cermat
Jelang debat, Zulkifli Hasan sarankan Prabowo-Sandi santai-santai
Rizal Ramli tak percaya lembaga survei
Ignasius Jonan mangkir, DPR kecewa
Anggota DPR banyak tak lapor harta kekayaan, ini kata sang Ketua
Polemik pembangunan tol, Fahri Hamzah: itu tol punya swasta
TKN pertimbangkan gelar pidato kebangsaan ala Jokowi
Arus modal masuk berpotensi buat IHSG naik hari ini
Kemendikbud tak ingin ada sekolah favorit
Ini tiga ciri pemerintahan Jokowi otoriter menurut Amien Rais
 Lagu Jogja Istimewa dijiplak pendukung Prabowo, Ini respons Kubu Jokowi
PKS nilai pidato Prabowo tepis anggapan pesimisme
Kubu Prabowo minta KPK periksa Tjahjo Kumolo terkait kasus Meikarta
Fetching news ...