KPU: Kotak suara kardus hemat 70 persen

REPORTED BY: Insan Praditya

KPU: Kotak suara kardus hemat 70 persen Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman menegaskan bahwa penggunaan kotak suara berbahan kardus dinilai hemat biaya produksi hingga 70 persen. Meskipun murah dan hemat, Arief menjamin bahwa kotak suara tersebut kedap air dan tahan terhadap tekanan.

"Biaya produksi ini seingat saya, mungkin hanya seperempatnya dari biaya produksi, kalau kita pakai aluminium dan mungkin karena harga fluktuatif, ya. Bahkan mungkin bisa lebih murah lagi dibandingkan seperempatnya itu tadi. KPU melakukan penghematan itu," ujarnya di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2018).

Arief menjelaskan meski kotak kardus ini digunakan untuk sekali pemilu, biaya produksinya diperkirakan lebih murah dibandingkan menyimpan kotak aluminium. Penyimpanan kotak aluminium membutuhkan gudang yang besar sehingga KPUD harus menyewa tempat. 

"Itu masih jauh lebih murah daripada produksi lagi. Maksudnya, daripada menjalankan fungsi aluminium, kalau kamu pakai aluminium pakai lagi,itu nyuruh orang ngangkatin lagi, ngerakit lagi, beli baut lagi, itu bukan biaya yang murah," ujar Arief.

Dia mengatakan pagu anggaran awalnya dirancang Rp948 miliar, selanjutnya saat dilelang kebutuhannya menjadi Rp298 miliar. Jika dibandingkan, pengadaan kotak berbahan aluminium lebih mahal tiga kali lipat daripada kotak kardus. 

"Pagu kita ketika merancang anggaran sekitar Rp948 miliar. Kemudian ketika mau pengadaan, kita cek lapangan, kita bikin HPS itu sekitar Rp500 sekian miliar. Kemudian, setelah dilelang, kebutuhannya hanya Rp298 miliar. Karena salah satunya pakai karton itu. Aluminium bisa tiga kali lipat lebih mahal," kata Arief. 

Seperti diketahui, Kotak suara tersebut berbahan kardus duplex yang dinilai tahan air, panas hingga tekanan jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Soal keamanan dalam melindungi surat suara, KPU mengklaim kekuatannya sama saja dengan kotak berbahan almunium.

Jokowi pilih kostum khusus saat debat dengan Prabowo
Demokrat nilai pembentukan TGPF Novel sarat kepentingan politik Jokowi
Fahri Hamzah: Debat pilpres jangan seperti lomba cerdas cermat
Jelang debat, Zulkifli Hasan sarankan Prabowo-Sandi santai-santai
Rizal Ramli tak percaya lembaga survei
Ignasius Jonan mangkir, DPR kecewa
Anggota DPR banyak tak lapor harta kekayaan, ini kata sang Ketua
Polemik pembangunan tol, Fahri Hamzah: itu tol punya swasta
TKN pertimbangkan gelar pidato kebangsaan ala Jokowi
Arus modal masuk berpotensi buat IHSG naik hari ini
Kemendikbud tak ingin ada sekolah favorit
Ini tiga ciri pemerintahan Jokowi otoriter menurut Amien Rais
 Lagu Jogja Istimewa dijiplak pendukung Prabowo, Ini respons Kubu Jokowi
PKS nilai pidato Prabowo tepis anggapan pesimisme
Kubu Prabowo minta KPK periksa Tjahjo Kumolo terkait kasus Meikarta
Fetching news ...