Polemik pembangunan tol, Fahri Hamzah: Itu punya swasta

REPORTED BY: Insan Praditya

Polemik pembangunan tol, Fahri Hamzah: Itu punya swasta Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah  mengatakan bahwa proyek tol yang dibangun oleh pemerintah di divestasikan ke pihak swasta untuk menutupi hutang BUMN. Ia menilai kinerja Jokowi selama menjabat sebagai presiden terlalu banyak pencitraan didalamnya.

"Kerjaan presiden pakai rompi,helm keselamatan gunting pita kerjanya. Itu paling banyak tol, tol punya swasta," ujarnya di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Rabu (16/01/2019).

Lebih lanjut, dia meminta kepada Badan Pemeriksa Keuangan untuk melakukan audit keuangan negara terkait rencana divestasi tersebut. Tak hanya itu, Fahri mengatakan riset tol tersebut sudah digaungkan sejak zaman orde baru, sehingga dia menduga bahwa pihak Jokowi lah yang tinggal menikmati hasilnya.

"Coba nanti diaudit oleh BPK, skandal semua itu. Riset tol sudah dimulai tahun 1997 di zaman pak Harto," tegasnya.

"jadi polanya sama ada yang main tol, sale pelindo, maka impor ini kan gak berubah, pemainnya," tambahnya.

Lebih lanjut, Fahri menduga ada pihak yang sengaja me-mark up pembangunan infrastruktur khususnya tol. Hal tersebut didasari pada perkataan wakil presiden RI, Jusuf kalla.

"Padahal beliau adalah wakil presiden, dan sekarang beliau juga sebagai wakil menduga ada Mark up pembangunan infrastruktur,karena dulu yang memprediksi kan bisa hancur jika beliau menjadi presiden," katanya.

Sebelumnya,Kepala Badan Pengatur Jalan Tol, Herry Trisaputra Zuna menyampaikan polemik terkait penjualan ruas tol dari BUMN ke swasta sebenarnya wajar belaka. Menurutnya, sistem "bangun-jual" juga bukan sesuatu yang baru bagi BUMN untuk mencari sumber pendanaan dan meminimalisir penggunaan APBN. 

Dia mengatakan Divestasi atau melepas aset perseroan atas tol juga dapat mengurangi mengurangi rasio pinjaman terhadap modal yang dimiliki. Sehingga, ke depannya keuangan perusahaan bisa tetap sehat dalam menjalankan proyek-proyek lain yang dijalankan.

“Kalau dari sisi BPJT melihatnya ini, kan, badan usahanya sudah ada. Nah, kemudian misalkan Waskita Tol Road Semarang-Batang dijual, kami melihatnya bukan dalam konteks jual beli. Kami melihatnya dalam konteks pemegang saham,” kata Herry, Jumat (11/01/2019)

PKS: Tak perlu buang waktu tentukan wagub DKI
Fadli Zon tuding Jokowi bohong terkait impor jagung
Prabowo sebut penahanan Ahmad Dhani dilatari dendam politik
Kubu Prabowo tuding pernyataan Jokowi soal jalan desa tak sesuai fakta
Bawaslu usul pendukung di ruang debat dikurangi, ini kata kubu Prabowo
Netralitas PNS dan TNI jadi tolok ukur keberhasilan pemilu
KPK didesak minta maaf atau bayar denda Rp10 triliun
Ma'ruf Amin minta Sandi tak sungkan untuk menyerangnya dalam debat
BPN beber pelanggaran Kubu Jokowi saat debat
Demokrat siap laporkan Jokowi jika langgar aturan debat
Konsep ketuhanan Marapu, agama asli Pulau Sumba
Juara Dunia enam kali ini bangga jadi rival terberat Valentino Rossi
Refleksi Hari Keadilan Sosial Sedunia bagi perempuan
Tim DPR temukan pasokan listrik Bali kritis
IHSG kembali menguat dekati 6.500
Fetching news ...